Bukit Kasih Kanonang
Kanonang Empat, Kec. Kawangkoan Bar., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara
Wisata BuatanDeskripsi
Bukit Kasih Kanonang adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Minahasa yang melambangkan kerukunan antarumat beragama. Terletak di lereng gunung yang masih aktif, tempat ini menawarkan perpaduan unik antara wisata religi, sejarah Minahasa, dan fenomena alam belerang.
Berikut adalah deskripsi lengkap mengenai Bukit Kasih Kanonang:
Profil Bukit Kasih Kanonang
Bukit Kasih dibangun pada tahun 2002 sebagai pusat keagamaan tempat pemeluk agama yang berbeda dapat berkumpul dan beribadah. Di puncaknya, terdapat lima rumah ibadah dari agama-agama resmi di Indonesia yang berdiri berdampingan. Selain nilai religiusnya, tempat ini juga dipercaya sebagai tempat tinggal asli nenek moyang suku Minahasa, yaitu Toar dan Lumimuut, yang wajahnya diabadikan dalam bentuk ukiran relief raksasa di tebing bukit.
1. Lokasi & Aksesibilitas
Alamat: Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Akses: Berjarak sekitar 50 km atau 1,5 - 2 jam perjalanan dari Kota Manado. Jika dari Kota Tomohon, jaraknya hanya sekitar 30-45 menit. Jalan menuju lokasi sudah beraspal mulus dan dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum (bus jurusan Manado-Kawangkoan, dilanjutkan dengan ojek atau bendi).
2. Jam Operasional
Buka: Setiap Hari.
Waktu: 07.00 – 18.00 WITA.
Saran: Datanglah pada pagi hari agar udara masih segar dan kabut tipis seringkali menambah suasana syahdu di puncak bukit.
3. Biaya Masuk (Update 2026)
Retribusi Per Orang: Rp15.000 (Dewasa) dan Rp10.000 (Anak-anak).
Parkir Kendaraan: Sekitar Rp5.000 (Motor) dan Rp15.000 (Mobil).
(Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola setempat).
Fasilitas Wisata
Bukit Kasih memiliki fasilitas yang sangat beragam, mulai dari fasilitas religi hingga relaksasi alami:
Tugu Toleransi: Sebuah monumen setinggi 22 meter yang berbentuk segi lima, mencantumkan simbol dan ayat-ayat suci dari setiap agama.
Lima Rumah Ibadah: Gereja Katolik, Gereja Protestan, Masjid, Vihara, dan Pura yang berada di satu area di puncak bukit.
Tangga Seribu: Terdapat sekitar 2.400 anak tangga yang harus didaki untuk mencapai puncak dan mengelilingi bukit. Jalurnya cukup menantang namun menawarkan pemandangan indah.
Kolam Air Panas Belerang: Di kaki bukit, terdapat kolam alami dan tempat perendaman kaki air panas yang mengandung belerang, sangat baik untuk kesehatan kulit dan relaksasi.
Pijat Refleksi: Penduduk setempat menawarkan jasa pijat refleksi kaki menggunakan air panas belerang dengan biaya sekitar Rp25.000 – Rp50.000.
Kuliner Rebusan: Keunikan di sini adalah warung-warung yang menjual jagung, ubi, dan telur yang direbus langsung di dalam mata air panas belerang.
Kios Souvenir: Penjual kerajinan tangan khas Minahasa dan kaos bertema Bukit Kasih.
Toilet & Area Parkir: Tersedia di area bawah dekat pintu masuk.
Berikut adalah deskripsi lengkap mengenai Bukit Kasih Kanonang:
Profil Bukit Kasih Kanonang
Bukit Kasih dibangun pada tahun 2002 sebagai pusat keagamaan tempat pemeluk agama yang berbeda dapat berkumpul dan beribadah. Di puncaknya, terdapat lima rumah ibadah dari agama-agama resmi di Indonesia yang berdiri berdampingan. Selain nilai religiusnya, tempat ini juga dipercaya sebagai tempat tinggal asli nenek moyang suku Minahasa, yaitu Toar dan Lumimuut, yang wajahnya diabadikan dalam bentuk ukiran relief raksasa di tebing bukit.
1. Lokasi & Aksesibilitas
Alamat: Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Akses: Berjarak sekitar 50 km atau 1,5 - 2 jam perjalanan dari Kota Manado. Jika dari Kota Tomohon, jaraknya hanya sekitar 30-45 menit. Jalan menuju lokasi sudah beraspal mulus dan dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum (bus jurusan Manado-Kawangkoan, dilanjutkan dengan ojek atau bendi).
2. Jam Operasional
Buka: Setiap Hari.
Waktu: 07.00 – 18.00 WITA.
Saran: Datanglah pada pagi hari agar udara masih segar dan kabut tipis seringkali menambah suasana syahdu di puncak bukit.
3. Biaya Masuk (Update 2026)
Retribusi Per Orang: Rp15.000 (Dewasa) dan Rp10.000 (Anak-anak).
Parkir Kendaraan: Sekitar Rp5.000 (Motor) dan Rp15.000 (Mobil).
(Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola setempat).
Fasilitas Wisata
Bukit Kasih memiliki fasilitas yang sangat beragam, mulai dari fasilitas religi hingga relaksasi alami:
Tugu Toleransi: Sebuah monumen setinggi 22 meter yang berbentuk segi lima, mencantumkan simbol dan ayat-ayat suci dari setiap agama.
Lima Rumah Ibadah: Gereja Katolik, Gereja Protestan, Masjid, Vihara, dan Pura yang berada di satu area di puncak bukit.
Tangga Seribu: Terdapat sekitar 2.400 anak tangga yang harus didaki untuk mencapai puncak dan mengelilingi bukit. Jalurnya cukup menantang namun menawarkan pemandangan indah.
Kolam Air Panas Belerang: Di kaki bukit, terdapat kolam alami dan tempat perendaman kaki air panas yang mengandung belerang, sangat baik untuk kesehatan kulit dan relaksasi.
Pijat Refleksi: Penduduk setempat menawarkan jasa pijat refleksi kaki menggunakan air panas belerang dengan biaya sekitar Rp25.000 – Rp50.000.
Kuliner Rebusan: Keunikan di sini adalah warung-warung yang menjual jagung, ubi, dan telur yang direbus langsung di dalam mata air panas belerang.
Kios Souvenir: Penjual kerajinan tangan khas Minahasa dan kaos bertema Bukit Kasih.
Toilet & Area Parkir: Tersedia di area bawah dekat pintu masuk.
Galeri Foto
Status Monitoring
Status Operasional:
Buka
Kepadatan Pengunjung:
Normal
*Data diperbarui: 18 Apr 2026, 05:23 WITA