Watu Pinabetengan
Pinabetengan Utara, Kec. Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara
Wisata BudayaDeskripsi
Watu Pinawetengan adalah situs sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa. Situs ini dianggap sebagai tempat asal mula peradaban suku Minahasa, di mana para leluhur berkumpul untuk membagi wilayah dan menetapkan aturan hidup.
Berikut adalah beberapa aspek utama dari situs cagar budaya ini:
Sejarah Musyawarah Besar: Nama "Pinabetengan" atau "Pinawetengan" berarti "tempat pembagian". Di sinilah sekitar tahun 670 Masehi, para leluhur Minahasa melakukan musyawarah besar untuk membagi wilayah bagi sembilan sub-etnis (anak suku) Minahasa guna menghindari konflik.
Prasasti dan Goresan Kuno: Batu besar ini dipenuhi dengan goresan-goresan kuno yang membentuk berbagai motif, termasuk gambar manusia dan simbol-simbol lainnya. Goresan tersebut diyakini sebagai hasil kesepakatan antar suku dan ditulis dalam aksara kuno yang dikenal sebagai Aksara Malesung.
Pusat Ritual Adat: Hingga kini, situs ini tetap menjadi tempat sakral. Setiap tanggal 3 Januari, diadakan ritual ziarah dan pertunjukan tarian adat Kabasaran. Selain itu, tanggal 7 Juli sering diperingati dengan pagelaran seni dan budaya untuk menjaga kelestarian tradisi Minahasa.
Lokasi & Karakteristik: Terletak di Desa Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat. Bentuk batu ini unik; beberapa pengamat menyebutnya menyerupai peta Pulau Minahasa atau seperti orang yang sedang bersujud.
Berikut adalah beberapa aspek utama dari situs cagar budaya ini:
Sejarah Musyawarah Besar: Nama "Pinabetengan" atau "Pinawetengan" berarti "tempat pembagian". Di sinilah sekitar tahun 670 Masehi, para leluhur Minahasa melakukan musyawarah besar untuk membagi wilayah bagi sembilan sub-etnis (anak suku) Minahasa guna menghindari konflik.
Prasasti dan Goresan Kuno: Batu besar ini dipenuhi dengan goresan-goresan kuno yang membentuk berbagai motif, termasuk gambar manusia dan simbol-simbol lainnya. Goresan tersebut diyakini sebagai hasil kesepakatan antar suku dan ditulis dalam aksara kuno yang dikenal sebagai Aksara Malesung.
Pusat Ritual Adat: Hingga kini, situs ini tetap menjadi tempat sakral. Setiap tanggal 3 Januari, diadakan ritual ziarah dan pertunjukan tarian adat Kabasaran. Selain itu, tanggal 7 Juli sering diperingati dengan pagelaran seni dan budaya untuk menjaga kelestarian tradisi Minahasa.
Lokasi & Karakteristik: Terletak di Desa Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat. Bentuk batu ini unik; beberapa pengamat menyebutnya menyerupai peta Pulau Minahasa atau seperti orang yang sedang bersujud.
Galeri Foto
Status Monitoring
Status Operasional:
Buka
Kepadatan Pengunjung:
Normal
*Data diperbarui: 18 Apr 2026, 06:15 WITA